Calista.com – Menjadi seorang jurnalis di era digital sekarang adalah tantangan yang luar biasa. Adanya media daring yang membuat semua platform media masa menjadi lebih cepat-cepat untuk mengangkat berita ke media daring.
Maka dengan begitu seorang calon jurnalis membutuhkan seorang yang mampu mengarahkan atau mengajari bahasa, kalimat, dan kata dalam bahasa jurnalistik. Sehingga, seorang yang ingin terjun ke dunia jurnalistik tidak terburu-buru untuk meng-upload berita, tetapi tetap mengacu pada kaidah Bahasa Indonesia Jurnalistik.
Bahasa Indonesia Jurnalistik merupakan bahasa komunikasi massa yang berfumgsi sebagai pemberi informasi kepada publik, atau dapat diartikan sebagai bahasa komunikasi pengantar pemberitaan yang biasa digunakan media cetak dan elektronik.
Seperti salah satunya mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang bernama Haniah Nabilah, dengan jurusannya yaitu Jurnalistik. Di semester tiga ini ia mendapatkan mata kuliah Bahasa Indonesia Jurnalistik 2, walaupun semester sebelumnya ia juga mendapatkan mata kuliah tersebut.
Bahasa Indonesia Jurnalistik menurutnya sangat mengarahkan dia sebagai pedoman untuk menulis berita ataupun artikel. Tak hanya sekedar penting menurutnya, tetapi juga harus diterapkan dalam menulis.
“Adanya mata kuliah ini buat saya jadi lebih terarah dan jadi pedoman untuk menulis artikel ataupun berita. Terus tidak hanya itu si, harus di terapin juga saat menulis,” ujar Haniah Nabilah
Dalam mata kuliah Bahasa Indonesia Jurnalistik ini, Haniah tidak hanya merasa di berikan materi saja oleh dosen, tetapi diberikan soal untuk memilih mana kata yang tepat sesuai KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Sebelum mata kuliah Bahasa Indonesia Jurnalistik selesai, mahasiswa diberikan tugas rumah untuk membuat berita atau artikel. Hal itu membuat Haniah memahami kaidah berbahasa dalam jurnalistik, hemat kata, serta harus memilih kata sesuai dengan KBBI.
Ia pun menyampaikan kesan dan pesan dalam mata kuliah Bahasa Indonesia Jurnalistik ini.
“Membuat saya makin tahu penulisan berita yang baku dan yang benar, serta bagaimana menyunting naskah yang sesuai, dan unsur 5W+1H yang diterapkan,” ujarnya Haniah, Selasa (10/12).
“Pesannya semoga mata kuliah Bahasa
Indonesia Jurnalistik tidak hanya di semester dua ataupun tiga saja, tetapi
semester depan juga ada mata kuliah ini, agar lebih tajam wawasan calon-calon
jurnalistik,” sambungnya.
