Ayodya Pala sudah memiliki banyak cabang, cabang paling banyak ada di Depok dikarenakan ada dua cabang yang tersebar di Depok, yang pertama ada di Depok Pancoran Mas, yang diberi nama Ayodya Pala Melati Raya, kemudian cabang keduanya terletak di Dmall, Sukatani Depok, Cilodong, Grand Depok City, Kukusan Depok, Tapos Depok, dan masih banyak cabang-cabang di kota lain.
Ayodya Pala ini aktif berlatih di hari Sabtu–Minggu dan hari-hari usai sekolah. Tidak hanya mengajarkan menari saja tapi juga budi pekerti dimana anak-anak semakin mencintai budayanya sendiri. Kemandirian, toleransi, dan kebersamaan juga diajarkan erat di sini. Budi Agustina selaku pimpinan Ayodya Pala bercerita mengenai sejarah, event, hingga cabang Ayodya Pala.
“Cabang Ayodya Pala sudah sampai 47 buah cabang, tetapi yang aktif hanya 42 cabang yaitu di Jabodetabek. Dikarenakan basecamp nya di Depok jadi paling banyak di Depok, dan hampir di seluruh kecamatan Depok itu ada,” ucap Budi Agustina ditemui Ruko Depok Mall (Dmall) pada Selasa (11/06/2024).
Ayodya Pala diambil dari kata Ayodya yang berasal dari epos ramayana, tempat rama dilahirkan, dimana negeri para satria menimba ilmu dan negeri tempat gemah ripah na jinawi. Sedangkan Pala dari sumpah palapa majapahit. Ayodya Pala bukan mengembangkan satu etnik tapi melahirkan etnik nusantara dari Aceh hingga Papua.
Mayoritas penari di sanggar pada umumnya adalah perempuan, namun di sanggar tari Ayodya Pala Melati Raya yang berada di Depok Pancoran Mas ini berbeda. Penari laki-laki bernama Jefrey Farid Ibrahim (12), ia sudah bergabung selama 7 bulan. Jefrey mengaku berani dan merasa tidak malu menari di sanggar, justru ia senang bisa melestarikan budaya indonesia.
“Tau sanggar ini dari instagram, kalau sudah lamanya kurang lebih 7 bulan. Berani, karena bisa melestarikan budaya daerah,” ujar Jefrey Farid Ibrahim murid Ayodya Pala Melati Raya.
Ada salah satu pengajar tari yang dulunya seorang murid sanggar tari Ayodya Pala, sekarang ia menjadi pengajar tari di Ayodya Pala. Puspa Desti Harsono mengatakan ia tertarik mengajar tari sampai sekarang karena sudah dari kecil ia menari di sanggar tari Ayodya Pala, dari sekolah sampai lulus sekolah. Ia juga merasa senang bisa mengajar murid sanggar di tengah-tengah kegiatan kerja.
“Yang bikin tertarik mengajar disini, pertama itu sudah dari kecil, dari siswa sampai lulus sekolah. Kedua itu hitung-hitung bisa refreshing dari sela-sela kegiatan kerja, dan senang mengulang-ulang tarian,” ungkap Puspa Desti Harsono, pengajar di sanggar tari Ayodya Pala Melati Raya.
Ayodya Pala menyediakan berbagai kelas, dari usia 3 tahun sampai usia 13 tahun ke atas. Tari anak 7–13 tahun, tari remaja usia keatas, terakhir kelas indria dari usia 3-7 tahun. Terdapat kelas terpadu yaitu usia 3-7 tahun (tari, vocal, dan modelling)a. Di setiap bulan tentunya ada tes ujian kenaikan tingkat siswa yang diadakan 22, 23, 29, 30 Juni dan 6 Juli diadakan secara langsung di Atrium Mall Pesona Square.
Ayodya Pala telah dipercaya oleh berbagai stasiun TV di Indonesia untuk melakukan berbagai acara dan reguler khusus sejak 1984 hingga sekarang. Sejak 1990, Ayodya Pala sering mewakili pemerintah dalam promosi acara budaya ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Berbagai acara khusus, tim penari di Sea Games di Indonesia, Piala Sudirman, Jakarta Fair, Pameran Pendidikan Internasional sejak tahun 1998, Kontes Renang ASEAN SMA pada tahun 1999, acara sambungan untuk tamu istimewa di istana presiden, dll.
Penulis: Nabila Febriyanti
