KEPEMIMPINAN BERBASIS KEBUDAYAAN NUSANTARA

 

(Keynote Speaker Dr. Dany Amrul Ichdan, S.E.,M.Se. Anggota MWA Universitas Indonesia di Makara Art Center III, Senin (20/05/2024), Depok, Jawa Barat.)

DEPOK, MEDIA.KOTA – Sarasehan Budaya “Kepemimpinan Berbasis Kebudayaan Nusantara” ialah seminar dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional, karena hari ini bertepatan ada tanggal 20 Mei yang diperingati hari kebangkitan nasional. Acara ini membicarakan kedaulatan politik ekonomi dan kemandirian budaya negara kita.

Dalam acara ini terdapat dua sesi pembahasan, sesi pertama pada jam 19.00 – 12.00 WIB membahas tentang Kepemimpinan Berasis Kebudayaan Jawa dan Bali. Kemudian sesi kedua jam 13.00 – 15.00 WIB yang berjudul Kepemimpinan Berbasis Kebudayaan Melayu dan Bugis.

Pada sambutan dan pembukaan dari Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA Plt. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan bahwa kepemimpinan pada dunia mempunyai banyak problem karena dipimpin oleh pemimpin yang tidak ideal. Ia sangat mengapresiasi dalam acara seminar ini karena sekaligus membahas moral pada jaman dulu.

Yang kita saksikan hari ini adalah sebuah perjalanan yang dilakukan dan diilhami, kita bersyukur mempunyai pemimpin dan kemandirian budaya. Yang saat ini sama-sama kita lakukan melihat bahwa tantangan globalisasi di mana Indonesia adalah negara yang kaya terhadap sumber daya alam dan ada mandat di dalam pasal 33 undang-undang dasar 1945” Dr. Dany Ameral Lehdan, SE.,M.Se. Anggota MWA UI sebagai keynote speaker, Senin pagi (20/5).

Acara ini di isi oleh pembicara Dr. LG. Saras Watiputri yang memberikan materi dan sudut pandangnya tentang kebudayaan bali. Ia membahas ‘Subak’, dalam artian Subak adalah sistem pengairan masyarakat Bali yang menyangkut hukum adat dan mempunyai ciri khas, yaitu sosial-pertanian-keagamaan dengan tekad dan semangat gotong royong dalam usaha memperoleh air dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan air dalam menghasilkan tanaman pangan terutama padi dan palawija.

Selanjutnya pembicara Toni Jurus menyampaikan sebagian isi materinya menggunakan bahasa jawa yang diberi judul Mulat Sariraning Ratu. Bahwa kepimpinan berbasis kebudayaan nusantara dibagi dalam tiga aspek, pertama menilai kepimpinan, kedua moralitas kepimpinan, dan ketiga pepitu luhur.

KH. M. Jadul Maulana ialah pembicara terakhir yang memberikan materi dengan kisah - kisah Panji dan di kisakan dalam tari-tarian, wayang, dan topeng. Kisah keong emas dari kisah panji.dan Timun mas dari kisah panji. Kehormatan terhadap pemimpin jaman dulu sangat patuh, tidak ada yg namanya membantah namun sekarang sudah mulai pemikiran yang demokratis.

Penulis: Nabila Febriyanti

Nabila Febriyanti

I am Nabila Febriyanti, a student at the Jakarta State Polytechnic, majoring in Publishing (Journalism)✨. I created this blog to write news or articles, whatever I create is far from perfect, if there are criticisms and suggestions from readers, you can type them in the comments column!

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama