Baru Dibuka Sudah Rusak Eskalator Skybridge?!
Panjangnya Skybridge ini juga membuat masyarakat mengeluhkan jarak yang ditempuh untuk ke Stasiun Bojonggede sangatlah jauh, dan membutuhkan waktu tujuh menit untuk sampai. Salah satu pengguna KRL, Silvi (20) yang biasanya menggunakan eskalator Skybridge tak sampai satu menit, sekarang memerlukan waktu beberapa menit untuk melewati jalur landai yang berkelok-kelok seperti melewati pegunungan yang tinggi.
“Capek banget udah panjang juga lumayan lewat Skybridge, terus eskalator ikut mati dua-duanya. Saya jadi lewat jalur disabilitas ini jadi muter-muter, biasanya cepet, ini jadi udah pusing duluan saya” ucap Silvi pengguna KRL Commuter Line (13/06/24).
Penyebab rusaknya eskalator Skybridge Bojonggede menurut pihak keamanan Skybridge ialah adanya sparepart yang sudah rusak, dan harus diganti. Ia juga menegaskan bahwa siang nanti akan dibenahi dan di cek ulang secara berkala agar tidak mudah sakit.
“Hanya bermasalah pada satu sparepart saja, jadi penyebabnya itu yang engga nyala. Nanti akan diganti, dan sedang dicari sparepart yang rusak itu dengan yang baru. Secepatnya agar pengguna KRL yang melewati tidak merasa lelah setelah top out menuju Skybridge.” ucap pihak keamanan.
Skybridge Bojonggede memiliki tiga eskalator, satu eskalator di pintu masuk (tap in) Stasiun Bojonggede dan satu eskalator untuk keluar (top out) Stasiun Bojonggede melewati Skybridge. Namun untuk pintu keluar Skybridge menuju Terminal Bojong Gede hanya ada satu eskalator, dan itupun untuk arah naik maupun arah turun eskalator di atur menyesuaikan kondisi.
Rusaknya
kedua eskalator Skybridge membuat pengguna KRL arah Bojonggede yang melewati
Skybridge geram. Pada awalnya hanya satu eskalator saja yang mati yaitu arah masuk
Stasiun Bojonggede (tap in), tetapi beberapa minggu kemudian eskalator
yang satu lagi juga mati yaitu arah keluar Stasiun Bojonggede (tap out)
menuju Skybraidge.
Penulis: Nabila Febriyanti